Oleh: dewiobenk | 2009/02/13

Rahasia MEMBERI…

Rasanya belum luput dari ingatan kita ketika bulan Ramadhan yang lalu, banyak saudara kita yang meninggal terinjak-injak dalam antrian ratusan manusia yang berjejal menunggu sedekah dari seorang pengusaha burung Walet di Sidoarjo Jawa Timur. Menyedihkan memang, hanya untuk mendapatkan selembar dua puluh ribu mereka rela mengorbankan nyawa. Lebarnya jurang pemisah antara orang kaya dengan orang miskin disebabkan oleh sistim perekonomian kita yang sekuler, tertutupnya kesempatan berusaha bagi orang-orang miskin, banyaknya orang-orang kaya yang malas atau lupa mengeluarkan zakat, sehingga inilah wajah negeri kita, bahkan uang dua puluh ribu lebih berharga dari nyawa. Untuk itu kita perlu memahami makna terdalam dan rahasia dibalik pemberian.

foto-19

Memberi merupakan tindakan yang penuh daya yang akan mendatangkan kembali pemberian tersebut kepada kita dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Dapat dibuktikan hingga hari ini bahwa orang-orang terkaya di dunia sekaligus merupakan orang-orang paling dermawan. Jika dikaitkan dengan Hukum Ketertarikan (The Law of Attraction) nya Michael J.Rosie, Ketika kita memberi dalam hati kita terucap “saya punya banyak”, berarti ada perasaan makmur atau berlimpah dalam hati kita, keberlimpahan yang kita rasakan akan direspon oleh energi vibrasi yang ada di alam semesta dan alam akan mengembalikan keberlimpahan itu kembali kepada kita dengan jumlah yang berlipatganda. Sesungguhnya teori ini telah dijelaskan dalam Al Qur’an jauh sebelum para peneliti menemukan rahasia dibalik pemberian ini. “…Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri…”(QS.Al Baqarah 272)

Memberi dan berkorban merupakan dua hal yang sangat berlawanan. Ketika kita memberi hati kita memancarkan sinyal “keberlimpahan” sehingga hati kita terasa senang, sebaliknya ketika kita berkorban hati kita memancarkan sinyal “kekurangan” sehingga hati terasa tidak senang. Berkorban akan memberikan efek perasaan dendam. Sedangkan memberi akan memberikan efek nyaman, lalu hukum ketertarikan akan menangkap sinyal nyaman tersebut dan membawa keberlimpahan yang berlipat kedalam hidup kita. Allah telah menjelaskan hal ini dengan sangat indah di dalam Al Qur’an: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS.Al Baqarah 261)

Menurut ust.Yusuf Mansur dalam bukunya An Introduction to The Miracle of Giving bahwa sedekah bisa dijadikan sebagai sebuah metode untuk mempercepat tercapainya tujuan hidup. Hal ini dapat dikaji dari beberapa ayat Al Qur’an yang menjelaskan manfaat sedekah. Namun kenyataannya banyak orang yang tidak mau mempraktekkan metode tersebut karena adanya wacana bahwa beribadah itu harus ikhlas. Ust. Yusuf Mansur berpendapat bahwa orang yang bersedekah untuk mencapai tujuan-tujuan dunia bukan berarti orang tersebut tidak ikhlas, akan tetapi mereka berusaha mencapai dunia dengan kekuatan Allah. Mereka bekerja dengan Allah sekaligus bekerja untuk Allah, sehingga tujuan dunia tersebut dapat dicapai dengan cara yang lebih mudah. Metode ini justru memberikan banyak manfaat diantaranya:
1. Agar kita percaya bahwa dalam hidup kita ada kekuatan Allah
2. Agar kita tidak usah kelelahan dalam mencari dunia yang berakibat lalai dalam urusan akhirat
3. Agar kita tidak putus asa dalam mencari rezeki
4. Agar kita yakin bahwa ketika kita bertakwa kepada Allah maka Allah akan menundukkan dunia kepada kita

Setiap detail kehidupan merupakan rahasia Ilahi dan ilmu pengetahuan telah menyibaknya menjadi logika yang mudah dimengerti. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak saling memberi…

Sumber:
1. The Secret (Rhonda Byrne)
2. The Miracle of Giving (ust.Yusuf Mansur)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: