Oleh: dewiobenk | 2009/02/25

SNUG, ekspresi “kebebasan” wanita asia

snug

Sebuah respon terhadap “kebebasan” duduk.

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tidak pernah lepas dari aktifitas duduk, baik ketika membaca, nonton TV, atau hanya sekedar relaksasi untuk melepas ketegangan. Jika selama ini kita mengenal sofa, lounge atau kursi dengan bentuk dan ukuran yang umum, dimana dimensi tersebut telah disesuaikan dengan perilaku dan fungsinya masing-masing.

Namun belakangan para product designer Asia, mulai “melepaskan diri” dari aturan-aturan yang mengekang tentang sebuah aktifitas duduk. Seseorang tidak lagi duduk dengan cara-cara mengikuti aturan tempat duduknya, sebaliknya tempat duduk justru didisain mengikuti cara duduk pengguna. Salah satu yang terunik adalah “SNUG”. Snug merupakan salah satu karya product designer Indonesia yang telah menjadi ikon dan fenomenal di dunia Internasional.

Snug yang didisain dalam ukuran yang luas dengan material fiberglass dan kulit, tidak hanya tampak unik dan puitis, tetapi juga terasa sangat “jujur “dan original sebagai respon terhadap fungsinya.

Disain Snug berawal dari pengamatan designernya mengenai cara duduk wanita Asia yang senang mengangkat kakinya keatas kursi. Dari situ muncullah ide tentang sebuah “kebebasan” dalam aktifitas duduk. Sebuah kursi tidak harus bersifat restriktif atau mengekang. Dengan Snug seseorang dapat duduk bebas seperti berselonjor, tiduran, menekuk kaki, serta mengangkat kaki. Benar-benar mencerminkan sebuah kebebasan.

Dari Indonesia untuk Dunia

alvin

Alvin Tjitrowiryo merupakan designer terkemuka yang telah memulai debutnya di Milan Salone Satellite pada tahun 2005. Designer muda kelahiran tahun 1983 tersebut telah berkiprah di jajaran designer papan atas Indonesia.

Alvin Tjitrowirjo mendeskripsikan designnya dalam tiga karakter yaitu Modern, Contemporer dan a touch of futurism. Tak heran jika produk yang dihasilkannya bernuansa organik yang terasa hidup, cair, menawarkan banyak makna, serta menyiratkan semangat Avan Garde yang seolah-olah melampaui design itu sendiri. Tidak hanya itu, ia juga banyak memasukkan unsur lokal ke dalam karya-karyanya, melalui material, falsafah maupun karakter designnya. Namun dikemas dengan sentuhan Internasional yang universal. Karya-karyanya telah mengangkat nama Indonesia dan dapat dinikmati di seluruh dunia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: